Menggigit Kuku Pada Anak dan Cara Mencegahnya
Menggigit kuku, yang secara medis dikenal sebagai onikofagia, adalah kebiasaan perilaku berulang yang sangat umum ditemukan di kalangan anak-anak. Studi menunjukkan bahwa sekitar 20-33% anak-anak berusia antara 7 hingga 10 tahun menunjukkan perilaku ini [1]. Meskipun sering kali hanya merupakan fase sementara, kebiasaan ini terkadang dapat berlanjut hingga masa dewasa atau menyebabkan masalah gigi dan kesehatan jika tidak ditangani.
Memahami akar penyebab dan menerapkan strategi dukungan dapat membantu para orang tua membimbing anak mereka untuk menghentikan kebiasaan tersebut.
Mengapa Anak-Anak Menggigit Kuku?
Tidak ada satu alasan tunggal mengapa anak-anak mulai menggigit kuku, tetapi penelitian ilmiah menyoroti beberapa faktor kunci:
- Stres dan Kecemasan: Sama seperti orang dewasa, anak-anak juga mengalami stres. Menggigit kuku dapat berfungsi sebagai mekanisme koping untuk menghilangkan ketegangan akibat tekanan akademis, tantangan sosial, atau perubahan yang terjadi di lingkungan rumah [2].
- Kebosanan: Ketika tangan atau pikiran seorang anak sedang tidak aktif, mereka mungkin secara tidak sadar beralih menggigit kuku sebagai stimulasi sensorik. Ini sering digambarkan sebagai “perilaku berulang yang berfokus pada tubuh” yang dipicu oleh rasa bosan [3].
- Genetika dan Peniruan: Riset menunjukkan adanya kecenderungan genetik; anak-anak dari orang tua yang pernah memiliki kebiasaan menggigit kuku lebih rentan untuk mengembangkan kebiasaan tersebut. Selain itu, anak-anak adalah peniru yang sangat jeli dan mungkin saja meniru kebiasaan ini setelah melihat saudara kandung atau orang tuanya melakukannya [4].
Dampak Kronis Menggigit Kuku
Meskipun menggigit kuku sesekali umumnya tidak berbahaya, onikofagia kronis dapat memicu komplikasi secara fisik:
- Masalah Gigi: Menggigit kuku secara terus-menerus dapat merusak gigi, merusak email gigi, dan bahkan memengaruhi penyelarasan rahang atau gigi (maloklusi) [5].
- Infeksi: Merusak kulit di sekitar area kuku dapat membuat masuknya bakteri penyebab penyakit infeksi menyakitkan seperti paronikia.
- Risiko Penyakit: Tangan kita berinteraksi dengan banyak permukaan sepanjang hari. Memasukkan jari-jari ke dalam mulut secara langsung meningkatkan risiko berbagai infeksi virus maupun bakteri pada seluruh bagian tubuh.
Solusi Serta Pencegahan Secara Efektif
Menghentikan sebuah kebiasaan pastinya membutuhkan waktu dan kesabaran secara ekstra dari ahli pengasuhan dan yang merawatnya. Berikut ini ragam strategi terbaik berdasar dari bukti yang akan tentu membantu untuk buah hati:
1. Kenali Pemicunya
Proses pengamatan ini langkah cara yang pertama yang harus diamati. Apakah anak secara langsung aktif dalam dalam kebiasaan saat menonton acara TV dalam layar bersama?
2. Buat Secara Selalu Pastikan Pendek Untuk Merawat
Upaya potong ini tentu terbukti akan sungguh menekan mengurangi dengan signifikan persentase areal lokasi bagi anak untuk gigit yang pada ke kuku karena halus.
3. Puji Dia
Upaya sangat hindari yang namanya memberikan teguran marah atau amarah sebab dapat justru buat ia pada si anak sangat jadi stres berat hingga dia melakukan ini lebih. Memberi sebuah afirmasi. Puji untuk dirinya dalam sebuah hari ketika sukses lepas bebas tidak melakukannya. Puji mereka.
4. Hal Alternatif
Apabila ini lebih mengarah dalam hal rasa di jari sensori. Anda pastikan beri sebuah alat pereda main squishy agar bisa membuat ini hilang dengan jari sibuk untuk ke sibuk ke anak.
5. Pelatihan Hal Perilaku Ubah (HRT- Habit Reversal)
Jika anak sangat parah. Cari alternatif untuk buat gerakan ganti misal suruh duduk genggam erat tangan di mana di area kuku mau diletak dan tunggu hasrat sangat keinginan kuku diganti hal lain hingga berhenti ini sukses [7].
Kesimpulan
Hal amat umum dari dan di pada usia anak. Proses tumbuh. Hanya dengan cara kita perlu tetap dan perlu sabar akan bisa kita selesai. Apabila hal perilaku melukai diri sampai berdarah hingga terluka, segera minta opini dari pada medis seorang anak.
Referensi
- Prevalence of Onychophagia and Its Relation to Stress and Quality of Life. (2015). Journal of Caring Sciences.
- American Academy of Dermatology Association. How to stop biting your nails.
- Roberts, M. E., et al. (2015). The impact of boredom on body-focused repetitive behaviors. Journal of Behavior Therapy and Experimental Psychiatry.
- Ghanizadeh, A. (2011). Nail biting; etiology, consequences and management. Iranian Journal of Medical Sciences.
- Onychophagia: A Review. (2010). American Journal of Orthodontics and Dentofacial Orthopedics.
- Mayo Clinic Staff. Nail biting: Does it cause long-term damage? Mayo Clinic.
- Woods, D. W., & Miltenberger, R. G. Habit reversal: A review of applications and variations.